Paid 2 click

Sohib

Clixsense

Selasa, 03 Januari 2017

Mari Berwisata Edukasi ke Perpustakaan Soeman HS

Welcome to Pekanbaru. Sebuah kota kecil di Propinsi Riau yang diapit oleh kota Medan dan kota Padang. Tidak seperti kota-kota besar di Jawa yang terkenal dengan berbagai macam jenis tempat wisatanya, kota Pekanbaru bisa dibilang masih minim akan tempat wisata. Tetapi, ada satu tempat wisata yang berbeda dan wajib dikunjungi jika teman-teman pembaca sedang berkunjung ke Pekanbaru. Tidak akan disebut sudah pernah jalan-jalan ke Pekanbaru, jika belum berkunjung ke landmarkkebanggaan orang Riau ini. Tempat itu adalah sebuah perpustakaan bernama Perpustakaan Soeman HS.



Wisata edukasi ke perpustakaan? Mungkin di benak kita, tempat yang bernama perpustakaan adalah sebuah tempat yang jelek, kotor, rak-rak dipenuhi oleh buku-buku lama yang sudah bulukan, kemudian ditambah lagi para petugas pustakawan yang tidak ramah. Well, teman-teman pembaca tidak akan mendapatkan hal-hal negatif seperti itu jika berkunjung ke Perpustaakaan Soeman HS. Sebuah perpustakaan yang disebut sebagai arsitektur gedung perpustakaan terbaik se-ASEAN.
  
Relief di samping dinding luar gedung


Relief di belakang gedung

Bangunan Perpustakaan Soeman HS memiliki arsitektur megah dengan model dan desain yang unik. Model perpustakaan secara sekilas berbentuk seperti buku yang terbuka tetapi sebenarnya desain tersebut terinspirasi dari rehal atau alas tempat membaca Al Quran. Menurut si arsitek Dr. Sudarto, bentuk atap seperti rehal ini mengingatkan orang untuk selalu belajar dengan cara membaca seperti perintah Allah di dalam Al Quran yaitu iqra’.

Pilar-pilar penyangga

Unsur kebudayaan Melayu tidak lepas dari desain bangunannya. Pilar-pilar tinggi atau tiang-tiang  yang menyangga atap berbentuk rehal terinspirasi dari konsep arsitektur dari rumah adat Melayu.

Konsep Rumah Adat Melayu
Gedung perpustakaan ini dikelilingi oleh kaca-kaca besar untuk menarik para pengunjung sekaligus menyediakan pencahayaan alami ruangan di siang hari.
Nama Perpustakaan Soeman HS diambil dari salah seorang novelis asal Riau keturunan Tapanuli, bernama Soeman Hasibuan atau dikenal Soeman HS. Perpustakaan ini merupakan tempat favorit saya menghabiskan weekend dan menjadi tempat favorit untuk belajar dan menyelesaikan tugas akhir.  Perpustakaan Soeman HS dikunjungi oleh lebih dari 700 pengunjung setiap hari kerja dan di waktu weekend bisa berjumlah lebih dari itu.

Salah satu hotspot Wifi

Pemerintah Propinsi Riau memang tidak main-main untuk membangun dan merenovasi gedung Perpustakaan Soeman HS yang menghabiskan biaya mencapai 150 miliar rupiah. Ruangan bacanya sangat nyaman dilengkapi dengan AC. Selain itu, terdapat fasilitas hotspot Wi-Fi yang dapat dimanfaatkan oleh para pengunjung. Koleksi buku di sini juga luar biasa jumlahnya, menurut data tahun 2012, total buku di Perpustakaan Soeman HS mencapai 90 ribu judul buku dengan jumlah eksemplar mencapai 450 ribu eksemplar (dikutip dari majalah Citra Riau). Jumlah buku ini selalu bertambah karena saya sering melihat hampir setiap tahun ada buku-buku baru yang disediakan di Perpustakaan Soeman HS.


Lalu apa aja isi di dalam perpustakaan yang membuat para pengunjung sangat tertarik untuk berwisata edukasi disini? Let’s check it out!

Bangunan Perpustakaan Soeman HS terdiri dari enam lantai. Lantai dasar terdapat Children Library. Disini anak-anak bisa membaca buku dan bermain ditemani oleh orang tua. Terdapat fasilitas komputer IBM yang berisikan permainan bagi anak-anak. Tidak jauh dari Children Library, ada loker dan tempat penitipan tas. Untuk bisa menggunakan loker, pengunjung harus meninggalkan kartu tanda pengenal seperti KTP atau KTM (untuk mahasiswa) dan petugas akan memberikan kunci loker untuk menyimpan barang bawaan sebelum naik ke lantai satu. Disini juga terdapat beberapa fasilitas komputer yang boleh digunakan oleh pengunjung untuk mengakses internet.

Children Library

Anak-anak bermain komputer IBM


Kumpulan buku anak-anak

 
Tempat Penitipan Tas

Loker Penyimpanan Tas




Maket Gedung Perpustakaan Skala 1:200

Fasilitas Komputer dan Internet Gratis

Menaiki tangga menuju ke lantai 1
Untuk mengakses lantai lainnya di gedung disediakan tangga atau menaiki elevator. Di lantai satu terdapat tempat registrasi  anggota pustaka, tempat sirkulasi peminjaman dan pengembalian buku, dan rak-rak buku yang berisikan berbagai jenis koleksi buku terdiri dari Agama, IT, Sains, Motivasi, Bahasa Asing, buku-buku pelajaran SMP & SMA dan lain sebagainya. Di tempat ini banyak siswa dan mahasiswa duduk untuk belajar, mengerjakan tugas atau berdiskusi.

Koleksi Buku di Lantai 1

Salah satu rak di lantai 1

Tempat diskusi

Tempat membaca buku

Sirkulasi Peminjaman & Pengembalian Buku

Untuk peminjaman buku, maksimal buku yang boleh dipinjam adalah 2 buah buku dengan waktu peminjaman selama seminggu. Jika telat pengembalian, maka tidak akan dikenakan denda. Hanya saja berlaku peraturan bahwa tidak boleh meminjam buku selama jumlah hari keterlambatan pengembalian. Misal, jika kita 2 hari telat dalam pengembalian buku, maka kita tidak boleh meminjam selama 2 hari. Peraturan ini sangat bagus dan menuntut kedisiplinan bagi si anggota pustaka.

Saat kita memasuki lantai 2, maka kita akan disuguhi dengan sejumlah rak-rak yang penuh dengan berbagai jenis koleksi buku. Koleksi buku ini lebih diperuntukkan mahasiswa karena  terdapat buku-buku referensi kuliah bertema kedokteran, kebidanan, manajemen, teknik, pertanian dan lain sebagainya. Disini juga merupakan surga sastra bagi penggila novel. Kumpulan novel disini jumlahnya sangat luar biasa. Dan saya paling suka meminjam novel disini daripada membeli, hehe.  Bisa menghemat duit, apalagi harga novel sekarang tidak murah. Sayangnya, saya tidak bisa mengambil gambar kumpulan novel tersebut, karena saat itu ditutup untuk pendataan atau audit. 

Kumpulan  Buku di Lantai 2



Suasana di Lantai 2

Suasanan Lantai 2

Suasana di Lantai 1, diambil dari Lantai 2

Sofa untuk membaca


Di lantai 3 ini khusus koleksi buku yang tidak boleh dipinjam, seperti ensiklopedia, kamus, atlas dunia, komik Marvel dan DC Comics, jurnal-jurnal penelitian dan berbagai jenis majalah seperti Gatra, Hai, Trubus, Tempo. Oh iya, di lantai ini juga terdapat sebuah spot khusus bernama Bilik Melayu.  Bilik Melayu memang khusus berisikan buku-buku yang berkaitan dengan sejarah Riau, pengarang dan sastrawan Riau, sekaligus ratusan koleksi buku-buku Melayu. Karena kelengkapan koleksi di bilik ini menjadikan Perpustakaan Soeman HS ditetapkan sebagai pusat buku-buku sejarah kebudayaan Melayu di Sumatera oleh Badan Perpustakaan Nasional (dikutip dari majalah Citra Riau). Disamping ruangan Bilik Melayu, terdapat ruangan khusus berisi kumpulan skripsi dan tesis. Selain itu, terdapat ruangan diskusi kedap suara yang bisa digunakan untuk berdiskusi rame-rame dengan teman. Jadi tidak akan menganggu para pengunjung yang sedang membaca. 

Salah satu koleksi ensiklopedia di lantai 3


Koleksi ensiklopedia di Lantai 3

Ruang Bilik Melayu

Koleksi bundel koran Riau Pos

Koleksi Buku-buku Melayu
Kumpulan Skripsi & Tesis

Ruang Diskusi

Ruang Diskusi kedap suara. Silahkan teriak-teriak di dalam gak bakal ganggu pengunjung lain :D


View Kota Pekanbaru dari Lantai 3
View Gedung Bank Riau dari Lantai 3


View Lantai 2 dari Lantai 3



Di lantai 4 terdapat Chevron Energy Corner berisikan tentang informasi berkaitan dengan perusahaan Chevron. Ini merupakan sumbangan dari Chevron sendiri. Sedangkan di lantai 5 khusus  untuk ruang kantor dan kepegawaian. 

Perpustakaan Soeman HS menyediakan sistem OPAC (Online Public Access Catalog) yang bisa digunakan untuk pencarian buku. Jadi kita tidak perlu capek-capek menelusuri tiap rak, cukup mengetikkan judul buku atau nama pengarang, maka akan keluar kode nomor panggil. Setelah mendapatkan nomor ini kita bisa langsung mencari rak yang sudah ditempeli nomor panggil yang berbeda. Selain gedung dan fasilitasnya yang berbeda dari perpustakaan biasa, para petugas perpustakaan disini sangat ramah dalam melayani para pengunjung dan anggota pustaka. Tidak mengherankan perpustakaan ini tidak pernah sepi dari pengunjung. Imageperpustakaan yang identik dengan gedung kuno, buku-buku lama akan hilang jika teman-teman pembaca langsung berkunjung kesini. 

Komputer OPAC
Musolla

Parkir yang luas
Fasilitas di Perpustakaan Soeman HS
Layanan perpustakaan Soeman HS beroperasi dari hari Senin hingga Minggu, hanya tutup saat libur nasional. Jam operasional hari Senin s/d Jumat adalah jam 08.00-16.00 WIB. Khusus hari Sabtu & Minggu jam 09.00-14.00 WIB.  



Ah, by the way, untuk mengetahui tempat-tempat wisata yang ada di Provinsi Riau, teman-teman pembaca bisa menggunakan sebuah aplikasi wisata bernama Wisata Lokal. Aplikasi ini diluncurkan di penghujung tahun 2014 berisikan berbagai macam lokasi wisata yang ada di Indonesia. Fitur aplikasi ini terdiri dari: Point of Interest (POI), foto, maps, artikel, rating & review, sharing ke social media. Selain itu, bisa didownload di Google Play dan Windows Phone.

Pustaka Wilayah Soeman H.S. Pekanbaru – Landmark Kota Bertuah

Perpustakaan Wilayah Soeman H.S. Pekanbaru berdiri megah di jantung kota Pekanbaru dan menjadi salah satu landmark dari kota bertuah ini. Bentuk bangunannya menyerupai sebuah buku dalam kondisi terbuka dengan banyak pilar-pilar besar yang menjadi daya tarik tersendiri dari gedung Pustaka Wilayah (Puswil) ini. Puswil Soeman H.S. terletak di Jln Sudirman Pekanbaru, diapit oleh dua bangunan megah lainnya, yaitu Kantor Gubernur Provinsi Riau dan Bank Indonesia.
DSC04352Pustaka Wilayah ini terdiri dari 5 lantai, dimana di setiap lantainya terdapat corner-corner khusus untuk tempat pengunjung membaca buku atau menikmati fasilitas wi-fi gratis yang ada di gedung ini. Pengunjung yang datang kebanyakan adalah pelajar dan mahasiswa, yang biasanya datang untuk mengerjakan tugas, browsing, ataupun berdiskusi. Pilihan buku yang ada di puswil ini juga lumayan banyak walau masih kurang lengkap menurut saya.
DSC00069DSC00071Selain area membaca buku, gedung ini juga dilengkapi dengan auditorium yang bisa menampung kurang lebih 300 orang yang diberi nama Auditorium Wan Ghalib. Nama tersebut diambil dari nama salah seorang tokoh pejuang Provinsi Riau.
DSC00088Bagi yang memiliki anak kecil, juga bisa mengajak anaknya datang ke perpustakaan wilayah ini. Ada children library dan kids corner di lantai dasar yang bisa menjadi arena bermain dan belajar bagi anak. Bahkan, ada beberapa komputer yang didesain khusus untuk anak-anak kecil. Seru, ya!🙂
DSC00079DSC00082Selain auditorium, gedung ini juga memiliki ruangan dengan kapasitas 200-250 orang yang juga bisa dijadikan venue untuk acara seminar atau workshop. Diberi nama Ruang Bedah Buku yang terletak di lantai 3. Ruangan tersebut pernah digunakan oleh Akber Pekanbaru ketika menggelar kelas kelimanya.
DSC03447Ada pula Chevron Energy Corner, yang merupakan ruangan khusus milik PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) yang juga dapat digunakan untuk umum, tentunya setelah  melakukan permohonan pengajuan ruangan kepada pihak CPI dan ke pengelola Pustaka Wilayah ini. Chevron Energy Corner ini terletak di lantai 4 gedung Puswil Soeman H.S. Di dalamnya terdapat beberapa ruangan kapasitas kurang lebih 30 orang dan juga beberapa ruang diskusi.
DSC01090Lobby Chevron Energy Corner yang ‘disulap’ menjadi area kelas Akber PekanbaruDSC01091DSC01092
Untuk masuk ke perpustakaan wilayah ini tidak dikenakan biaya apapun. Hanya saja jika ingin meminjam buku untuk dibawa pulang, kita harus membuat kartu anggota terlebih dulu. Ada banyak kegiatan-kegiatan positif yang seru yang diadakan oleh komunitas-komunitas di Pekanbaru, salah satu yang saya ikuti adalah Akademi Berbagi Pekanbaru yang biasanya mengambil tempat di Chevron Energy Corner tiap 1 bulan sekali. Ada pula English Club tiap minggu jam 10 pagi, dan kegiatan-kegiatan seru lainnya.
Perpustakaan Wilayah Soeman H.S. Pekanbaru ini semula beroperasi dari jam 08.00-17.00 wib di weekday dan jam 09.00-14.00 wib di weekend. Ini menjadi satu hal yang sangat saya sayangkan dari salah satu gedung perpustakaan termegah di Indonesia ini, dikarenakan jam operasionalnya yang sangat singkat. Padahal, asik banget kan kalo bisa killing time sore-sore di gedung puswil ini.🙂
DSC00080DSC00123DSC00090

Minggu, 29 Januari 2012

Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT)

Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT) terletak di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) dan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) di Provinsi Riau serta Kabupaten Bungo Tebo dan Kabupaten Tanjung Jabung di Provinsi Jambi. Luas keseluruhan Taman Nasional Bukit Tigapuluh ini awalnya adalah 127.698 hektar berdasarkan SK Menteri Kehutanan, SK No. 539/Kpts-II/1995. Kemudian luasnya ditambah menjadi 144.223 hektar berdasarkan Sk Menteri Kehutanan, SK No. 6407/Kpts-II/2002. Tetapi pada kenyataannya, telah terjadi pengurangan lahan akibat perluasan perkebunan sawit yang dilakukan oleh beberapa perusahaan dan masyarakat. Kurangnya koordinasi antar instansi dan departemen (kehutanan, pertanian/perkebunan, pemerintah propinsi/kabupaten) beserta jajarannya ke bawah, menyebabkan keluarnya izin perkebunan di lokasi TNBT tersebut. Semula kawasan Taman Nasional Bukit Tigapuluh merupakan hutan lindung dan hutan produksi terbatas. Meskipun demikian, kondisi hutan taman nasional tersebut relatif masih alami. Kondisi ini mirip dengan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil Bukit Batu Riau Indonesia.

Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT)
Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT)

Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT)
Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT)

Untuk mencapai lokasi TNBT dapat dilakukan dari Pekanbaru menuju Siberida - Rengat di Kabupaten Indragiri Hulu sejauh kurang lebih 285 km sekitar 4-5 jam perjalanan kendaraan roda 4. Dari Siberida dapat masuk ke lokasi TNBT melalui jalan bekas HPH (Hak Pengusahaan Hutan). Jika ragu dapat bertanya ke Informasi Alamat Kantor Jl. Gerbang Sari No. 9, Pematang Reba, Rengat, Indragiri Hulu, Riau. Telp. (0769) 3412255, 341279 Fax. 341132, 341148. Untuk berkirim email silahkan ke tn.bukit30@gmail.com, bukit30_np@yahoo.com. Atau dapat juga menghubungi Kantor TNBT : Jl. Raya Rengat No. 70, Pematang Reba - Rengat Indragiri Hulu, Riau. Telp. (0769) 341279; Fax. (0769) 341148 E-mail: btnbt2003@yahoo.com.

Lokasi TNBT adalah lokasi tempat tinggal "Orang Rimba/Anak Rimba/Suku Anak Dalam/Suku Kubu" dan orang "Suku Talang Mamak" serta "Suku Melayu Tua". Satu kelompok Suku Talang Mamak berada di Dusun Semarantihan Desa Suo-Suo Kecamatan Sumai, Kabupaten Tebo, Jambi. Mereka percaya akan perlunya keseimbangan alam untuk kehidupan, sehingga mereka menjaga alam TNBT dengan sebaik-baiknya. Hanya orang-orang luarlah yang merusak dan merambah alam TNBT.


Taman Nasional Bukit Tigapuluh merupakan kawasan hutan yang berbukit di tengah-tengah hamparan dataran rendah bagian Timur Sumatera, dan mempunyai potensi keanekaragaman jenis tumbuhan/satwa endemik yang bernilai cukup tinggi. Ekosistem di TNBT sangat berbeda dengan ekosistem taman nasional lainnya karena ekosistem TNBT merupakan hutan hujan tropika daratan rendah dan merupakan peralihan antara hutan rawa dan hutan pegunungan yang terpisah yang terpisah dari rangkaian pegunungan Bukit Barisan.Temperatur udara di sekitar lokasi TNBT adalah berkisar 28° – 37°C dengan ketinggian tempat 60 - 734 meter dpl, serta letak geografis 0°40’ - 1°30 LS, 102°13’ - 102°45’ BT.

Luas Taman Nasional Bukit Tigapuluh 30 TNBT :
  • Kabupaten Bungo Tebo di Provinsi Jambi = 23.000 hektar
  • Kabupaten Tanjung Jabung di Provinsi Jambi = 10.000 hektar
  • Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) dan
  • Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) di Provinsi Riau = 111.223 hektar
Peraturan Penetapan Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT) :
  • Ditunjuk Menteri Kehutanan, SK No. 539/Kpts-II/1995 dengan luas 127.698 hektar
  • Ditetapkan Menteri Kehutanan, SK No. 6407/Kpts-II/2002 dengan luas 144.223 hektar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Enterprise Project Management